Program Goes To Scholl

Obat Herbal

Banner

Buku On Line

Banner
Home Mimbar Pengetahuan Bukit Tursina
Bukit Tursina PDF Print E-mail
Written by Zainuddin   
Monday, 11 August 2008 06:00

Bukit Tursina

Bukit TursinaBukit atau Gunung Tursina merupakan salah satu tempat yang tentunya tak lagi asing di telinga kita. Di sanalah, Nabi Musa p bermunajat kepada Allah l untuk menunjukkan bukti kenabian kepada kaumnya. Di sana pula, dua mukjizat kenabian Musa p diberikan dalam wujud tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya setelah dimasukkan dalam ketiak. Ya, bukit Tursina pulalah yang menjadi saksi bahwa Nabi Musa p pernah berbicara langsung kepada Allah l sebagaimana halnya Nabi Muhammad n yang berbicara langsung kepada Allah l di Shidratul Muntaha. Di tempat ini pula kita akan temui dua jenis buah yang dijadikan sumpah oleh Allah l, buah tiin dan buah zaitun. Tahukah kamu dimana letaknya?


Geografis Tursina
Menurut al-Qamus al-Islam, kata 'Thursina' adalah gunung yang tandus atau gersang. Namun menurut mufassir Qatadah dan Al Kalibi, Thuur Siniin (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan berbuah-buahan. Dan diantara dua pendapat tersebut, pendapat terakhirlah yang banyak disepakati para ulama sehingga Thursina memang dikenal sebagai tempat kaya akan aneka ragam vegetasi.

 

Letak geografis Bukit Tursina hingga kini masih ada yang memperdebatkan meskipun keberadaannya tak lagi diragukan karena memang ada penjelasan dari Al Qur’an dan As Sunnah. Pendapat pertama mengatakan bahwa bukit Tursina terletak di wilayah Mesir yang lokasinya berada di Gunung Munajah, di sisi Gunung Musa. Hal ini didasarkan pada keberadaan Semenanjung Sinai yang dianggap sebagai nama lain dari Thursina. Selain itu, di Mesir juga ditemukan Lembu Betina yang menjadi saksi bisu pembangkangan kaum Musa p terhadap keesaan Allah l. Namun pendapat ini dinilai lemah oleh Sami bin Abdullah al-Maghluts. Dalam bukunya yang berjudul Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Sami mengatakan bahwa pendapat yang menyatakan Thursina ada di Mesir mengandung kekeliruan pemahaman tentang keberadaan Sinai. Baginya, Sinnin yang dimaksud dalam Al Qur’an bukanlah sinai di Mesir. Beberapa mufasir seperti Ibnu Katsir juga melemahkan pendapat ini karena di Semenanjung Sinai, Mesir tidak banyak tumbuh buah tiin dan zaitun yang menjadi salah satu ciri keberadaan bukit Thursina.

 


Pendapat kedua tentang keberadaan bukit Thursina adalah pendapat yang mengatakan bukit Thursina berada di barat daya negeri Syam yakni di gunung Az Zaitun, sekitar Baitul Maqdis Palestina. Pendapat ini dikuatkan oleh Muhammad bin Abdul Mun’in al-Himsyari dalam bukunya yang berjudul Al-Raudh al Mi’thar fi Khabari al-Aqthar dan Syauqi Abu Khalil dalam bukunya yang berjudul Atlas Hadis. Ibnu katsir dalam tafsirnya juga menyampaikan bahwa pendapat yang lebih tepat untuk menjelaskan keberadaan bukit Thursina adalah di baitul Maqdis. Berkata Ibnu Katsir : Berkata setengah imam-imam : Inilah tiga tempat, yang di masing-masing tempat itu Allah swt telah membangkitkan Nabi-nabi utusanNya, Rasul-rasul yang terkemuka, mempunyai syariat yang besar-besar. Pertama tempat yang di sana banyak tumbuh Tiin dan Zaitun. Itulah Baitul-Maqdis. Di sanalah Tuhan mengutus Isa bin Maryam 'alaihis-salam.


Diantara pendapat-pendapat lain tentang keberadaan Thursina, pendapat kedua inilah yang banyak disetujui oleh para ulama. Banyak alasan mengenai hal ini, namun satu diantaranya adalah korelasi antara firman Allah l pada Qur’an Surah Al Mu’minun : 20 dengan kondisi geografis Baitul Maqdis. Dalam Surah Al Mu’minun : 20, Allah l berfirman yang artinya  “Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan.”. Di sekitar baitul Maqdis terdapat banyak pohon zaitun yang berproduksi sepanjang tahun sehingga penduduk sekitar menamakannya dengan nama Bukit Zaitun. Mana yang lebih pas? Allahu A’lam


Orang-orang zionis Yahudi juga memiliki pendapat sendiri tentang keberadaan bukit Thursina, meskipun jelas pendapat mereka tampak lemah. Walau begitu, tak ada salahnya bila kita juga mengetahui. Menurut mereka, Thursina terletak di bukit sebelah selatan Nablus (Palestina) atau yang dinamakan Jurzayem. Pendapat ini merujuk pada Bangsa Kan'an yang membangun Kota Nablus dan menamakannya Syukaim, yaitu nama yang diubah bangsa Ibrani pertama menjadi Syukhaim, tempat tersebarnya kaum Yahudi dari sekte Samiri. Merekalah yang menjadikan patung sapi betina sebagai tuhan sekutu bagi Allah l sehingga muncul hukuman hina setelah mereka dimuliakan. Dan, mereka adalah sekte yang meyakini lima kitab dari Perjanjian Lama serta memercayai bahwa tempat suci Yahudi terletak Bukit Thur, yaitu sebelah selatan Nablus.

Last Updated on Wednesday, 17 April 2013 13:50
 


Powered by Joomla!. Designed by: joomla templates vps hosting Valid XHTML and CSS.